Oleh: Salsabila Hesa Khalilah [AE46]
Produk: Room Mist “AuraMist”
1.
RENCANA OPERASIONAL USAHA
A.
Deskripsi Produk dan Proses Produksi
Room
Mist Aromaterapi adalah spray ruangan berbahan dasar air murni, essential oil,
dan solubilizer yang diformulasikan untuk memberikan aroma relaksasi. Produk
dikembangkan dengan pendekatan aromaterapi psikologis, yaitu aroma yang
mendukung mood, fokus, dan ketenangan. Dengan varian aroma: Calm
Lavender, Citrus Fresh, Forest Breeze.
Proses
Produksi:
- Persiapan
bahan baku (air murni, essential oil, solubilizer).
- Pencampuran
formula dalam mixing tank.
- Pengujian
pH & stabilitas.
- Pengisian
ke botol spray.
- Pemberian
label & pengecekan tampilan.
- Pengemasan
akhir.
B.
Perencanaan Kapasitas dan Jadwal Produksi
Target
kapasitas: 300 botol room mist / minggu.
Batch harian: 60 botol (5 hari kerja).
Jadwal
Produksi Mingguan:
- Senin:
Mixing & pengujian batch 1
- Selasa:
Pengisian + labeling
- Rabu:
Mixing + pengujian batch 2
- Kamis:
Pengisian + labeling
- Jumat: QC final + pengemasan
C.
Alokasi Sumber Daya
Tenaga
Kerja:
- 1
operator produksi
- 1 staf
quality control
- 1 staf
pengemasan
- 1
admin operasional
Bahan
Baku:
- Air
murni (60%)
- Essential
oil (25%)
- Solubilizer
(10%)
- Pengawet
food grade (5%)
Peralatan:
- Mixing
tank kecil
- Timbangan
digital
- Stick
blender / mixer
- Filling
machine manual
- Botol
spray 100ml
- Mesin label
D.
Layout Fasilitas dan Alur Kerja
Zona
Ruangan:
- Area
bahan baku
- Area
mixing
- Area
Filling (pengisian)
- Area
labeling
- Area
penyimpanan produk jadi
Alur
Kerja Layout (Linear Flow):
Bahan Baku → Mixing →
Pengujian → Filling → Labeling → Packaging → Penyimpanan
E. Estimasi Biaya Operasional & Waktu Siklus
Biaya
Operasional per Batch (60 botol):
- Bahan
baku: Rp 180.000
- Botol
+ spray: Rp 300.000
- Label
+ kemasan: Rp 90.000
- Listrik
& operasional: Rp 30.000
Total per batch: Rp 600.000
Waktu
Siklus Produksi:
- Mixing:
45 menit
- Pengujian
awal: 20 menit
- Filling:
60 menit
- Labeling
+ Packing: 40 menit
Total: ± 2 jam 45 menit per batch
2.
PROSEDUR PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL)
A.
Standar Kualitas Produk
Visual:
- Cairan
jernih, tidak keruh
- Botol
bersih tanpa noda
- Label
rapi & tidak miring
Fungsional:
- Aroma
keluar stabil saat spray
- Wangi
bertahan minimal 20–30 menit di ruangan
Keamanan:
- pH
aman (5.5–7)
- Tidak
menggunakan alkohol berlebih
- Tidak menimbulkan iritasi kulit ringan (uji patch)
B.
Tahapan Inspeksi & Metode Pengujian
- Incoming
Check
- Cek
kualitas essential oil (bau, warna, kejernihan).
- In-Process
Inspection
- Cek
homogenitas campuran.
- Cek
pH menggunakan pH meter.
- Final
Inspection
- Uji
semprot (spray test).
- Periksa
tampilan botol & label.
- Aromatic consistency test (konsistensi aroma).
C. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Cacat
Form
QC mencakup:
- Nomor
batch
- Tanggal
produksi
- Hasil
pengujian pH
- Visual
check
- Jumlah
cacat (botol bocor, label rusak, warna keruh)
- Tindakan
penanganan
Cacat dicatat dalam Lembar Pelaporan Cacat (Defect Log Sheet).
D.
Tindakan Korektif & Preventif
Korektif:
- Produk
cacat dikarantina.
- Bahan
baku bermasalah dikembalikan / diganti.
- Labeling
ulang jika salah tempel.
Preventif:
- Kalibrasi
alat setiap bulan.
- Pelatihan
QC sederhana tiap 2 minggu.
- Perawatan mesin filling rutin.
E.
Peran Tim QC & Pelatihan
- QC
Officer: memeriksa
kualitas harian.
- Operator: memastikan mixing sesuai SOP.
- Admin: menyimpan dokumentasi.
- Pelatihan: cara uji pH, teknik inspeksi
visual, kebersihan area kerja.
3.
Penerapan Metode Berbasis Data & Manajemen Mutu
A.
PDCA (Plan–Do–Check–Act)
Plan: Menetapkan standar pH, aroma, dan
visual.
Do: Produksi sesuai SOP.
Check: QC pada semua tahap.
Act: Perbaiki jika ada penyimpangan (misal aroma terlalu lemah).
B.
Kaizen / Continuous Improvement
- Mengurangi
limbah botol rusak
- Mempercepat
waktu labeling
- Menurunkan
variasi aroma antar batch
C.
Flowchart Proses Mutu (Teks, untuk visual slide)
Bahan
Datang → QC Bahan → Mixing → QC pH → Filling → QC Visual & Spray →
Packaging → Produk Jadi.
Komentar
Posting Komentar